Teknik Dasar Fotografi

Ketika pertamakali mengenal fotografi (fotografi pemula), secara teknis dasar yang harus dipelajari adalah diafragma, kecepatan Rana, dan ISO.

Diafragma

Disimbolkan dengan huruf f, diafragma lebar (misalnya, f/2.8) akan membuat cahaya yang masuk akan semakin banyak, sehingga mempengaruhi speed/kecepatan rana. Sedangkan diafragma sempit (misalnya f/14) akan membuat cahaya yang masuk dan diterima sensor lebih sedikit.

Selain untuk menakar volume cahaya yang masuk, diafragma juga menentukan area ruang tajam. Semakin besar/lebar diafragmanya (angka kecil, misalnya f/1.8 f/2.8), semakin sempit/tipis ruang tajam yang tersedia. Ruang tajam atau bahasa bulenya Depth of Field (DOF) yang tipis dapat menyeleksi objek utama foto, sehingga bisa tampil mendominasi dengan latar belakang atau depan yang nge-blur.

f 2.8

f 5.6

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebaliknya , semakin kecil/sempit diafragma (angka besar, misalnya f/11 f/16), semakin lebar ruang tajam yang dapat diperoleh. Ruang tajam yang dihasilkan lebih lebar dan merata.

f 14

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Speed/ Kecepatan Rana

Jika kita ingin membekukan gerakan, pakailah kecepatan rana/speed setinggi mungkin yang bisa didapat. Seperti memotret orang yang sedang bermain air, atau kegiatan olahraga dll. Namun sebaliknya jika kita ingin memotret aliran air sungai atau ombak, bisa memakai kecepatan rana rendah. Misal nya 1-30 second (detik) bahkan lebih tergantung seberapa lembut efek yang kita inginkan.

Kecepatan rendah 4/1 second

Kecepatan tinggi 1/1024 second

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ISO

Sementara ISO adalah untuk mengukur tingkat sensitivitas cahaya. Misalnya ketika disiang hari yang terik dan berlimpah cahaya, cukup menggunakan ISO 100. Tergantung situasi dimana kita akan memotret, semakin tinggi ISO yang digunakan semakin tinggi pula sensitivitas cahay yang masuk, akibatnya kita bisa menggunakan shutter speed yang semakin tinggi pula. Namun semakin tinggi ISO, biasanya semakin tinggi pula noise yang dihasilkan. Tergantung dengan apa kamera yang anda gunakan, biasanya setiap kamera mempunyai tingkat toleransi noise yang berbeda beda pada ISO tertentu. Selamat memotret 🙂

Iklan

4 comments

  1. bahtiar arifudin

    terima kasih yuah atas ilmunya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: